Siapa Takut Ngantor Sambil Bisnis?
15-February-2008 at 2:12 pm | In Bisnis | Leave a CommentBisnis Uang No.36/II/15-28 Desember 2005
Oleh : Didik Darmanto
Apakah Anda termasuk karyawan yang selalu kehabisan uang sebelum waktu gajian tiba? Jika iya, tampaknya Anda perlu berpikir untuk mencari penghasilan tambahan. Jangan terus-terusan mengandalkan gaji bulanan.
Banyak Karyawan yang menjerit kantongnya kempes, padahal waktu gajian belum lama berselang. Tragedi ‘kanker’ alias kantong kering semacam itu memang sering melanda keluarga karyawan di Indonesia. Apalagi kalau ada kenaikkan harga BBM yang biasanya diikuti dengan kenaikan ongkos transportasi, sembako, tarif telpon, listrik, air, dll. Belum lagi dengan biaya pendidikan yang terus merangkak setiap tahun
Anehnya, setiap ada kenaikan harga kebutuhan belum tentu diikuti dengan kenaikan gaji karyawan. Saat ini inflasi menyentuh angka 17,5 persen, sedangkan kenaikkan gaji paling banter 10 persen. Itupun kalau ada perusahaan yang menaikkan gaji.
Kalau Anda sebagai karyawan menerima kenyataan semacam ini, tentu kesejahteraan hidup akan terus tergerus seiring berjalannya waktu. Untuk mengantisipasinya Anda bisa mencari penghasilan tambahan selain gaji bulanan.
“Ada banyak usaha yang bisa dijlaankan oleh karyawan untuk menambah penghasilan, tergantung dari kemauan kita untuk melakukannya,” kata Perencana Keuangan Safir Senduk.
Continue reading Siapa Takut Ngantor Sambil Bisnis?…
Menetapkan Tujuan Keuangan
15-February-2008 at 2:07 pm | In Keuangan Keluarga | Leave a CommentPada bulan lalu, kita sudah membahas bagaimana memeriksa ’kesehatan’ keuangan. Kali ini, kita akan melanjutkan pembahasan bagaimana menetapkan tujuan keuangan. Mengapa kita perlu menetapkan tujuan – tujuan keuangan? Jawabannya sangat sederhana. Manusia memiliki keinginan tidak terbatas, sementara keuangan, kemampuan maupun usia kita terbatas untuk mewujudkan seluruh keinginan kita. Oleh karena itu harus ada skala prioritas dalam mewujudkan tujuan keuangan di masa yang akan datang.
Selain itu, di dalam perencanaan keuangan keluarga sakinah harus memperhatikan kesimbangan antara kebutuhan keuangan di dunia dan kebutuhan ‘keuangan’ untuk kehidupan akhirat. Kita tentu sudah tahu bahwa kebutuhan ‘keuangan’ di akhirat sangat tergantung perencanaan dan investasi yang dilakukan di dunia. Dan salah satu ’investasi’ akhirat yang bisa dilakukan adalah dengan cara sedekah jariah, sebagaimana hadits yang berbunyi :“Apabila anak adam (manusia) telah meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariah (yang pahalanya selalu mengalir), ilmu bermanfaat atau anak shalih yang selalu mendo’akan orang tuanya”
HR. Muslim
Kenapa Aku diuji?
15-February-2008 at 3:46 am | In Islam | Leave a CommentKENAPA AKU DIUJI ? “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” -Surah Al-Ankabut ayat 2-3-KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN ? “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” -Surah Al-Baqarah ayat 216-
KENAPA UJIAN SEBERAT INI ?
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” -Surah Al-Baqarah ayat 286-
Masa Depan Keluarga
15-February-2008 at 3:45 am | In Motivasi | Leave a Comment“Keluarga telah mati, kecuali pada tahun pertama atau tahun kedua selama mengasuh anak.” (William wolf – psikolog)
oleh: nilna iqbal – http://pustakaNilna.comPara kritikus sosial sedang punya kesempatan baik berspekulasi tentang masa depan keluarga. “Keluarga akan mendekati titik kepunahan total,” kata Ferdinand Lunberg, pengarang The Coming World Transformation.
Dulu, ikatan keluarga amat mesra. Kekerabatan pun berlangsung sepanjang usia. Ayah, ibu, kakek dan nenek tiap hari kumpul bersama. Hidup damai, tenteram, tak tergesa-gesa. Itulah ciri peradaban masyarakat pertanian setiap negara.
Lalu masuk era industrialisasi, berubahlah suasana. Hubungan manusia dengan tempat pemukiman terancam sirna. Manusia pun mulai menjalani kehidupan serba keras, lapar, berbahaya, dan mengelana. Tapi kendati demikian, fungsi rumah (meski hanya sebuah gubuk) tetaplah jadi tempat berlindung utama.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.